Ranah 3 Warna by A. Fuadi, Trully Deeply Inspiring Me..:D

Ranah 3 Warna, buku yang telat aku baca…
walopun telat aku baca, buku karangan A. Fuadi ini benar2 bikin ‘deg’ rasanya…

iya jadi ‘deg’ rasanya, ada malu, terharu, salut, bangga dsb campur aduk jadi satu…

malu sama Alif, kenapa gw ga pnya semangat sebesar Alif..
kenapa gw yg notabene ga perlu mikirin biaya sekolah dan tinggal sekolah aja tp sekolah cuma seadanya aja…prestasi biasa-biasa aja..
huuuuu berasa ditampar deh ama Alif….
bikin malu juga, kenapa gw ga pnya cita2 setinggi Alif, ga punya keinginan sebesar Alif, apalagi kesabaran yg buannyaaakk seluas samudra di dunia ini…*jiaah*
cita2 gw standar (kata temen gw si rendraaaa), keinginan gw biasa, apalagi kesabaran gw yg cepet banget abisnya…

kenapa gw ga pnya yang Alif punya…padahal Alif aja ga pnya yg gw punya….*bingung ga ama kata2 barusan, gw aja bingung, wkwkwkw*

Salut sama A. Fuadi, kenapa bikin tokoh sentral yg kayak Alif gini?
tokoh yang bisa membangkitkan rasa malu yang berakibat pada terpacunya motivasi..*jiaah kata2 palagi ini*
jadi merasa disaingin ama Alif, ‘dia aja bisa, masa gw ga bisa!!’

Ini adalah tulisan Alif di diary-nya, yg ditulis ketika dia kembali lg ke Saint-Raymond dan pergi ke puncak Mont Laura bersama istrinya.

Hidupku selama ini membuat aku insaf untuk menjinakkan badai hidup, “mantra” man jadda wajada saja ternyata tidak cukup sakti. Antara sungguh-sungguh dan sukses itu tidak bersebelahan, tapi ada jarak. Jarak ini bisa hanya satu sentimeter,tapi bisa juga ribuan kilometer. Jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi juga bisa puluhan tahun.

Jarak antara sungguh-sungguh dan sukses hanya bisa diisi sabar. Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang tidak menyerah, sabar yang penuh dari pangkal sampai ujung yang paling ujung. Sabar yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan seakan-akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan. Padahal keberuntungan adalah hasil kerja keras, doa, dan sabar yang berlebih-lebih.

Bagaimanapun tingginya impian, dia tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup sudah digelung oleh nestapa akut. Hanya dengan sungguh-sungguhlah jalan sukses terbuka. Tapi hanya dengan sabarlah takdir itu terkuak menjadi nyata. Dan Tuhan selalu memilihkan yang terbaik dan paling kita butuhkan. Itulah hadiah Tuhan buat hati yang kukuh dan sabar.

Sabar itu awalnya terasa pahit, tetapi akhirnya lebih manis daripada madu. Dan Alhamdulillah, aku sudah mereguk madu itu. Man Shabara Zhafira. Siapa yang sabar akan beruntung.

AF, di puncak Saint-Raymond

Menginspirasi banget yahhh..
Kalo mau tau maksud dr kata2 diatas itu apa, silahkan dibaca novelnya..sumpritt deh baguuussssss!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s