Kota Parepare – Dinas Kedua

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, saya akan menginjakan kaki di beberapa kota dan pulau di Indonesia. Tujuan kedua perjalanan dinas ke Parepare, kota kelahiran Presiden ke 3 kita Bpk BJ Habibie.

Berhubung di kota Parepare tidak ada bandar udara, mau tidak mau aku dan teman-teman harus ke Bandar Udara Internasional Sultan Hasanudin,Makassar dulu lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat selama kurang lebih 6jam. Menurut rekan kami, kepala cabang Makassar, sebenarnya perjalanan Makassar ke Pare-pare dapat ditempuh selama kurang lebih 4jam, tapi dikarenakan jalur tsb sedang dalam pelebaran jalan, jadi ada beberapa ruas jalan yang digunakan secara bergantian sehingga meperlama perjalanan darat kami.

Oia, pertama kali tiba di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanudin, saya sungguh terkagum-kagum sama bangunannya yg modern tapi tetap ada sentuhan Indonesia-nya juga. Masuk ke sana seperti masuk ke bandara-bandara diluar negri  yg sering saya liat di tv =). Menurut Wikipedia, walopun bandar udara ini berstatus bandara internasional, sejak 28 Oktober 2006 hingga Juli 2008 sempat tidak ada rute internasional kecuali penerbangan haji setelah rute internasional terakhir Hasanuddin, Makassar – Singapura ditutup Garuda Indonesia karena merugi.

Pantai Losari

Pantai Losari

Memasuki Kota Parepare

Memasuki Kota Parepare

Dan kata Wikipedia lagi, sebelumnya bandar udara Internasional ini tidak sebesar sekarang namun  mengalami  proses perluasan dan pengembangan yang dimulai tahun 2004 dan selesai pada tahun 2009. Antara bagian dari pengembangan adalah terminal penumpang baru berkapasitas 7 juta penumpang per tahun, apron (lapangan parkir pesawat) yang berkapasitas tujuh pesawat berbadan lebar, landas pacu baru sepanjang 3.100 meter x 45 meter, serta taxiway (walopun saya tidak melihat taxiway tsb).

Oke, selesai dengan kekaguman saya akan bandar udara tsb, perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi kantor cabang kami di Jln. AP Pettarani Komp Bussiness Center Ruko Jade, Makassar, Sulawesi Selatan dan ngemil di Pizza Hut yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Belum lengkap rasanya kl ke kota Makassar dan belum makan iga konro karebosi yg terkenal itu, akhirnya brangkatlah kita ke tkp di dekat lap karebosi. Wah sampai di tkp ternyata tempatnya rame sekali sampai2 kami ga harus menunggu spy bs mkn rame2. Mengenai rasa ga usa ditanya nikmaaattt bgt. Sayangnya krn wktu itu lg ga rajin ngblog jadi ga disiapin fotonya deh..

Selesai makan barulah kami jalan ke Parepare, jujur sepanjang perjalanan saya lebih banyak tidur, jd ga banyak melihat pemandangan kiri dan kanan. Sekalinya terbangun, saya sudah berada disebuah jalan yg sebelah kiri jalannya adalah laut dan dikanan jalannya pegunungan, bener2 sungguh indah tp sy krg tau itu diwilayah mana..hehe. Bangun2 udah sampe hotel deh, setelah itu langsung kerja. Dua hari disana dengan jadwal yg cukup padat membuat saya dan tim ga sempat berjalan2, namun saya sempat bertemu dengan sahabat kecil sayah Fadil Amri yang telah menikah dan tinggal di Pinrang yg berjarak kurang lebih 45menit dari Parepare. Dia beserta istri dan anaknya Fikri berkunjung ke hotel dan kami makan siang bsama.

Akhirnya dihari kedua setelah makan siang kami kembali ke Makassar, sesampainya di Makassar kami sempatkan untuk mkn malam di sebuah Resto Seafood Lae Lae dekat Pantai Losari, lalu membeli oleh2 khas Makassar di jln Pettarani, lalu beristirahat di Aryaduta Hotel. Keesokan harinya kami pulang menggunakan pesawat siang, dan menyempatkan foto2 di Pantai Losari di pagi hari.

Sungguh menyenangkan perjalanan ini… =)

Ditunggu kisah perjalanan selanjutnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s