Cek Kesehatan Keuangan Yuk.. :)

Baru-baru ini saya tertarik dengan pengecekan kesehatan keuangan, kebetulan ada teman, seorang Financial Planner namanya Mba Pipin (twitter @phien13) di AidilAkbar Financial Check Up. Jadi saya hubungilah mba Phien untuk meminta bantuannya.
 
Akhirnya mba Phien mengirimkan saya sebuah file yang harus diisi jujur sejujurnya. Pada file excel yg terdiri dari 9sheet, saya isi 4sheet pertamanya saja yaitu RTQ yang berisi beberapa pertanyaan mengenai profil kita dalam memilih tingkatan resiko dlm berinvestasi. Sheet kedua berisi data diri, suami / istri, anak dan tanggungan lainnya. Sheet ketiga berisi mengenai aset yang kita miliki, mulai dari aset yang berbentuk uang, unitlink, dana pensiun, property, kendaraan dan lain-lain. Sheet keempat disebut sbg sheet aliran dana, yang menjelaskan secara terperinci pemasukan maupun pengeluaran kita dan pasangan.
 
Dari semua pertanyaan tsb, hasil cek kesehatan keuangan saya adalah —- jeng jeng jeng —- yaitu:
 
1. Rasio Likuiditas tidak sehat, yang artinya saya tidak memiliki kas uang tunai atau setara tunai atau tabungan atau uang yang mudah dicairkan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kpd keluarga saya.
 
2. Rasio Aset Lancar berbanding Total Kekayaan Bersih tidak sehat, yang artinya aset lancar yang saya miliki sangat sedikit yang menyebabkan resiko kesulitan pada saat diperlukan dana likuid/ mudah dicairkan. Dan aset yang dimiliki lebih banyak berupa aset guna (property dan kendaraan)
 
3. Rasio Aset yang Diinvestasikan berbanding  Kekayaan Bersih tidak sehat, yang artinya saya sama sekali belum memiliki aset investasi. Total investasi seharusnya lebih dari 50% dari total kekayaan bersih supaya tujuan-tujuan yang diinginkan mudah tercapai di masa yang akan datang. Amin
 
Nah setelah mendapatkan pencerahan dari mba Phien (makasih bwt mba Phien), saya mulai menyadari pentingnya antara kebutuhan dan keinginan. Yang mana yg harus didahulukan, spy semua kebutuhan terpenuhi dan keinginan tercapai.
 
Dan saya juga mulai memahami bagaimana cara investasi yang lebih menguntungkan. Sebagian besar rakyat Indonesia memiliki banyak dana likuid namun justru mereka tidak mengerti bagaimana cara berinvestasi, sehingga kebanyakan dari mereka malah berinvestasi melalui properti, deposito dsb. Memang tidak salah tp menurut saya kurang menguntungkan, sepertinya saat ini saya lebih tertarik untuk memahami lebih dalam cara berinvestasi melalui reksadana.
 
Doakan dalam waktu dekat ini saya bisa mengimplementasikannya semua ini ya, dengan melakukan
*memulai reksadana
*memilah antara kebutuhan dan keinginan *mengurangi penggunaan kartu kredit
 
Amiiiiinn… Semangat..!!
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s